Milik-Nyalah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah. (QS. Thaha/20: 6)
Ayat 6 surah Thaha adalah gambaran betapa besarnya kekuasaan Allah atas segala yang ada di bumi dan di langit, termasuk yang ada di antara keduanya. Akan tetapi, khusus pada penggalan ayat “apa yang ada di antara keduanya” menimbulkan pertanyaan. Apakah ada materi selain udara di antara keduanya?
Pertanyaan di atas yang diungkapkan Al-Qur'an 14 abad yang lalu kemudian terjawab dari sejumlah hasil penelitian pada tahun 1920, yang mana disebutkan bahwa pada awalnya alam semesta dalam keadaan ratq (fusi; bersatu, bergabung) dan kemudian menjadi fataqa (terpisah dalam bagian-bagian). Pada setiap kejadian pemisahan, beberapa partikel tetap berada di luar benda-benda baru dan fun-damental yang terbentuk di angkasa. Nama ilmiah untuk partikel-partikel ekstra ini adalah interstellar galatic material. Materi antar bintang ini terdiri atas 60% hidrogen, 38% helium, dan 2% unsur-unsur lain.

Dari materi antar bintang, 99% terdiri atas gas dan 1% berupa debu, yang mungkin mengandung unsur-unsur berat dalam bentuk partikel-partikel kecil berdiameter 0,0001 hingga 0,001 mm. Dan yang perlu diketahui pula, bahwa sekalipun substansi ini begitu halus, namun ia memiliki massa lebih besar daripada total seluruh galaksi di ruang angkasa. Sekali lagi, Al-Qur'an membuktikan keselarasan redaksinya pada fakta-fakta alam yang baru terungkap dewasa ini.
Wallahu A’lam
Oleh: Saifur Ashaqi dkk.
Referensi:
Harun Yahya, Keajaiban Al-Qur'an, hal. 12.
ADS HERE !!!