dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. (QS. Yasin/36: 38)
Rasulullah saw. ditanya: “Di manakah matahari terbit dan tenggelam?” Rasulullah menjawab, “Dalam kelam-banannya, matahari tidak berlalu dan tidak tergelincir, ia terbenam menurut satu kaum dan terbit menurut kaum yang lain. Ia terbenam sekaligus terbit. Satu kaum berkata, ‘Matahari telah terbenam.’ Kaum yang lain berkata, ‘Matahari telah terbit.’ “Salah satu fenomena yang mem-buktikan bulatnya bumi adalah perbedaan waktu terbit matahari berdasarkan perbedaan horizon. Matahari, juga benda-benda angkasa lain, seperti bulan dan bintang, bagi penduduk di satu daerah tertentu mungkin terlihat sedang terbit, namun di tempat lain pada saat yang sama justru terlihat sedang terbenam. Semua bergerak pada garis edar-nya “secara perlahan tidak berlalu dan tidak tergelincir”. Ungkapan Rasulullah ini sesuai dengan QS. Yasín/36: 38 ini.
Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al-Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis pada zaman sekarang. Menurut perhitungan para ahli astronomi, mata-hari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km/jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak kira-kira sejauh 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga bergerak menempuh jarak ini. Hal ini membuktikan kebenaran ilmiah ayat-ayat Al-Qur'an yang pada saat diturunkan, manusia belum mempunyai pengetahuan tentang garis edar tersebut.
Wallahu A’lam
Oleh: Saifur Ashaqi dkk.
Referensi:
Zaghlul Raghib An-Najjar, Buku Induk Mukjizat Ilmiah Hadis Nabi, hal. 144.
Harun Yahya, Keajaiban Al-Qur'an, hal. 26.
ADS HERE !!!